[Ficlet] BRAT

BRAT

Cast: Byun Baekhyun, Oh Hanna

Supporting Cast: Park Chanyeol

Note: Saya gak tanggung jawab kalau kamu muntah… makanya, jangan dibaca.

578877439

—ooOoo—

Sore itu cerah, mestinya langit telah mulai diwarnai jingga matahari. Tapi sore itu tidak, rasanya matahari belum ingin bertukar posisi dengan bulan. Angin berhembus tipis-tipis, menghantarkan kesejukan tanpa membuat bulu kuduk meremang. Meski pada dasarnya, kedua insan manusia ini akan tetap bermain tak peduli situasi. Tapi suasana sore itu membuat keduanya semakin semangat. Papan scrabble besar di antara keduanya, secangkir kopi di sisi kanan masing-masing, dan sepiring kentang goreng yang sudah hampir habis.

“Eh, dwell termasuk verb yang umum. Tidak boleh!” si lelaki protes, kalau boleh jujur sih… ia tidak tahu dwell itu artinya apa, tapi ia memang sering dengar. Si gadis menyerah, ia mengganti dengan kata berbeda namun bermakna sama. Ia harus mengalah.

Lelaki itu memandangi daftar balok huruf di hadapannya, kehabisan perbendaharaan. Sebenarnya ini merugikan, ia jelas akan selalu kalah pada si gadis yang jelas-jelas lima tahun tinggal di Negara berbahasa Inggris itu. Sementara dirinya? Jangankan tinggal di sana, baru berpapasan dengan warga negaranya saja sudah gemetaran.

“Aku penasaran…,” si gadis kembali bersuara, menggantikan suara angin yang sejak tadi mengisi keheningan. Lelaki itu masih focus pada papan scrabble, otaknya berusaha mencari-cari kata kerja apa yang bisa ia pakai.

“Oh yeah!”

Si gadis mengerutkan alis, nyaris tergelak. “Roar, Baek, bukan Rawr.”

“Aku juga tadi mau tulis itu, salah ambil huruf saja.” Benar-benar Byun Baekhyun, si gengsi tingkat akut. “Kau bicara apa tadi?”

“Aku penasaran,” si gadis memulai lagi, kali ini memecah konsenterasi dengan daftar huruf yang tersedia. “Kau suka laki-laki ya?”

Baekhyun nyaris menyemburkan kopi yang baru saja ia tenggak. Mencari sorot canda dalam wajah gadis itu, tapi tidak ada, walau hanya sekelebat. “Kau mabuk ya?”

“Ini soal kau dan si tukang-senyum-agak-idiot-tapi-tampan Park Chanyeol. Koreksi jika kau tidak terima, tapi kedekatan kalian mengundang curiga.” Sejurus kemudian, lelaki yang mereka bicarakan datang, dengan senyum lebar seperti biasa.

“Main scrabble lagi? Ya ampun!” katanya dengan suara khas yang sangat kontras dengan wajah imutnya itu. “Hari ini agak dingin ya,” ia kemudian duduk di sebelah Baekhyun, menyesap sedikit kopi setengah panas itu.

“Mungkin kau yang sedang tidak enak badan,”

“Bisa jadi. Sekarang giliran siapa?”

“Hanna,”

“Oh. Kau sudah dapat berapa poin? Oh iya, kau sudah mengerjakan makalah perencanaannya? Kemarin aku baru sempat mencari materi dan bahan-bahannya, untuk patokan. Sulit sekali, aku sampai hampir menyerah.”

“Kau yang terlalu berlebihan, aku sudah buat konsepnya jadi nanti kau tinggal mengembangkan saja.”

“Ehem… maaf ya, bukannya aku bermaksud mengganggu waktu kencan kalian. But, please, just get a room already!”

“Jaga bicaramu, Hanna!” tapi gadis itu sudah kembali focus dengan papan scrabble dan kotak hurufnya, ketika Baekhyun melirik Chanyeol yang berusaha menghangatkan diri. “Kau sakit,” katanya begitu merasa suhu tubuh Chanyeol sedikit hangat.

“Tidak, aku baik-baik saja.”

“Gunakan jaketku, dan kau bisa minum kopiku untuk menghangatkan tubuh.” Ia menyampirkan jaket pada pundak Chanyeol dan mendekatkan cangkirnya.

“You’re soooooo gaaaaayyyyy,”

“Ck, Hanna!”

“Kau cemburu?” Chanyeol mengangkat alisnya, sementara Hanna memutar bola mata.

“Bukannya aku tidak suka dengan orang-orang LGBT, aku tidak pernah risih punya teman yang suka dengan sesama jenis. Hanya saja, perempuan itu jumlahnya lebih banyak dari laki-laki. Kalau laki-laki hanya untuk laki-laki, lalu yang perem—“

“Aku normal, oke?”

“Eerr… sebenarnya kau tidak perlu mengelak, karena aku benar-benar tidak masalah. Serius! Aku menghormati mereka yang memilih untuk suka dengan sesama jenis, karena katanya itu takdir mereka. Aku benar-benar tidak masalah, walaupun aku tidak mengerti rasanya.”

Baekhyun menutup wajahnya, jengah. “Aku dan Chanyeol ini seperti kau dan teman perempuanmu. Kenapa jika laki-laki punya intensitas persahabatan yang lebih akrab harus dikaitkan dengan… gay? Kau dan temanmu sering berpelukan, saling menggandeng, dan cium pipi atau apapun itu. Kenapa laki-laki tidak boleh? Maksudku, bukannya aku dan Chanyeol sampai pada tahap cium-cium segala. Kami baru sering merangkul saja sudah disalahartikan.”

Chanyeol meletakkan sikunya di atas meja lantas menopang dagunya dengan telapak tangan, ia senang sekali jika menyaksikan Baekhyun susah payah mendebat Hanna yang bersikap seolah Baekhyun terima tanpa perlawanan.

“Laki-laki itu digambarkan sebagai… eemm sosok jantan. Sebut saja, aku khawatir kau akan belok karena terbiasa dengan sentuhan laki-laki. Tapi sebenarnya aku bingung… laki-laki dengan laki-laki itu… kalau… ehem… kau tahu kan… melakukan itu loh… itu bagaimana caranya ya?”

“Astaga, Oh Hanna!”

“Oke oke, poinku di sini… kalau laki-laki semuanya sudah milik laki-laki lain. Lalu perempuan yang sepertiku ini harus dengan siapa? Aku bahkan belum punya—“

“Aku milikmu Oh Hanna, jika itu yang ingin kau dengar. Aku menyukaimu, dan kau tidak perlu takut kehabisan laki-laki. Karena kau sudah punya aku, dan aku normal. Thank you very much, and did I mention I love you?”

….

….

“Eerr… aku tersanjung, Byun Baekhyun. Tapi… aku suka Park Chanyeol.”

….

….

“Shit!” Baekhyun baru akan membanting papan scrabble untuk menutupi rasa malunya, ketika Hanna dan Chanyeol tahu-tahu terbahak.

Is it really hard to say that?” tanya Hanna disela tawanya.

“You brat,”

“Thank you very much. Dan kau harus tahu seberapa keras aku menahan diri untuk menunggumu mengutarakan itu, mungkin masih akan memakan waktu berjuta tahun atau ketika akhirnya aku menikah dengan orang lain jika bukan karena Chanyeol.”

“Just, shut up!”

“I love you too, jika itu yang ingin kau dengar sissy Byun Baekhyun.” Hanna dan Chanyeol menepukkan tangan mereka di udara.

“I hate you!”

“Oh no, you love me.”

“Brat,”

 

Kkeut

Note: Seriously, ini random parah. ._.a I’m just … you know… so into gay fiction. Shit me. I can’t get my head straight rite now. But did I mention I have to write this just so I’m feelin at ease? I’m feeling like a shit and I need to write something, dan fualaaahh jadilah FF ngaco ini. Eh, no offense untuk golongan LGBT yaaa~ aku gak bermaksud menyinggung pihak apapun loh ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s