Teh Sore

TEH SORE

Cast: Lee Jinki, SHINee, EXO as cameo

Genre: friendship, crack(?), humor, college!AU

Rating: PG-13 (pardon my French, please)

Length: 2,846w—oneshot

Summary: Jinki akhirnya jatuh cinta, dan secangkir teh selamatkan harinya.

Note: Sudah di publish di SF3SI

Cover dec: http://weheartit.com/entry/92828874

teh sore

—||—

Jinki itu manusia, katanya sih normal. Tapi bagi Jonghyun—temannya sejak SMP, Jinki itu aneh. Menurut Kibum—temannya di kelas Sastra Perancis, Jinki itu unik. Kata Minho—tetangga sebelah rumah, ada yang salah dengan sel otak Jinki. Sementara Taemin—adik kelas Jinki ketika TK, Jinki benar-benar sosok yang karismatik. Tapi Jonghyun, Kibum, dan Minho sepakat, Taemin salah makan obat.

Walaupun mereka berlima sudah main bersama sejak SMA, Jinki tetap tidak akan tertular teman-temannya. Sebenarnya sih mereka tidak bawa pengaruh buruk, hanya saja mereka kelebihan hormon sehingga mereka mengalami masa pubertas dari kelas 2 SMA sampai sekarang. Tidak normal, kata Jinki. Jonghyun dan Kibum menomorsatukan pesta, Minho mendewakan main bola, sementara Taemin mengambang mengikuti arus. Jinki sih bangga dengan prinsipnya. Belajar, makan ayam, dan minum teh bersama nenek setiap hari sabtu dan minggu. Jinki benar-benar remaja normal. Right.

Kelimanya pernah terlibat perbincangan serius. Mengenai gadis. Bukan, mereka belum pernah merebutkan gadis yang sama. Tapi mereka saling pamer siapa yang pacaran lebih dulu, siapa yang sudah pernah berciuman, kapan pertama kali memegang tangan perempuan, dan yah, semacam itulah. Jinki? Dia sudah pernah pegang tangan perempuan, dia juga sering cium perempuan, dan dia tidak pernah absen pacaran setiap jumat malam. Serius. Tapi dengan ibunya, atau neneknya.

Kadang-kadang Jinki itu pendengar yang baik, asalkan dia tutup mulut rapat-rapat dan tidak menyahut. Dan, jangan minta pendapatnya. Bukannya dia tidak bijak, tapi nanti kau sakit hati.

“Jadi begitu, aku pusing sekali. Mana mungkin aku bersaing dengan Yixing. Dia senior di kelas tari yang paling popular!” satu waktu Taemin bercerita pada Jinki, sambil makan gulali di pinggir jalan. “Aku harus apa?”

Jinki berdeham, menjulurkan lidah untuk menjilat sisa gulali di sudut bibirnya. “Aku kenal Yixing, dia keren sih. Kau jelas kalah jauh darinya.” Taemin otomatis cemberut. “Eh, santai dulu kawan. Tapi kau masih punya potensi untuk menang. Menurut yang aku dengar, cerita kura-kura yang menang balapan itu benar adanya.”

“O…ke…, jadi?”

“Iya.”

“Apa hubungannya dengan ceritaku?”

“Tidak ada sih.”

“Lalu?”

“Ya pokoknya begitu, lah. Kau harus belajar untuk menerka makna tersirat, pal.”

Hari itu Taemin kapok. Dia tidak mau minta pendapat Jinki lagi. Walaupun dia tetap saja memberi imbuhan ‘aku harus bagaimana?’ setiap kali bercerita dengan Jinki. Dan yah, akhirnya tetap sama. Taemin kesal.

Tapi jangan pernah meragukan saran Jinki jika itu berhubungan dengan pelajaran, pengetahuan, atau tugas. Karena setidaknya, sel otak Jinki masih ada yang bekerja dengan baik.

Jinki bukan tipikal periang seperti Chanyeol, atau tukang cari ribut seperti Jehop. Tapi anak itu jelas punya aura yang mencolok. Jadi ketika suatu pagi Jinki merasa tidak baik, Kibum menjadi orang pertama yang sadar.

“Kau kenapa? Tidak sempat mandi?”

Jinki menggeleng lesu.

“Kau mengompol?”

“Memangnya aku anak kecil?”

“Bukan sih, tapi terakhir kali wajahmu kusut karena mengompol.”

“Tapi itu sudah lima bulan yang lalu.”

Yeah, dan saat itu umurmu sudah 20.” Kibum menatap Jinki dengan ekspresi, kenapa kita bisa berteman. “Jadi, kau kenapa?”

“Entahlah. Dadaku belakangan ini sakit.”

“Kau kebanyakan minum teh.”

“Memang pengaruh?”

“Tidak secara fisik sih, tapi otakmu makin berantakan.” Kibum menggigit lidahnya, meringis ngeri lantaran Jinki menatapnya dengan mata seolah tidak bernyawa. “Oke, aku minta maaf. Lanjutkan keluhanmu.”

Jinki mendesah. “Dadaku sakit sejak seminggu yang lalu, waktu Jonghyun membawaku makan ke kantin bisnis.”

“Kantin bisnis? Kalian berdua makan di kantin jurusan bisnis? Jurusan yang 80% berisi perempuan dengan tubuh indah dan senyum menawan? As-ta-ga.”

“Can you see my problem here?”

“Yes. You’re in fcking love with a hella hotdamn girl.”

“Oh, please.”

Kibum meletakkan tangannya di dada, menatap Jinki dengan ekspresi penuh haru dan keseriusan. “Pegang omonganku, Jin. You’re-finally-a-man.”

Oh, kau sadis sekali Kibum! Memangnya tidak pernah pacaran berarti tidak jantan? Huh, bercermin lah! Lelaki sejati itu tidak gonta-ganti pasangan hidup. Tapi Jinki tidak peduli, dan dia tetap tidak percaya omongan Kibum. Walaupun Kibum berpengalaman soal wanita, karena anak itu sudah keseringan jatuh cinta, Jinki tetap teguh pada asumsinya sendiri. Yeah, dia pasti keracunan makanan.

Masalahnya sakit di dadanya itu terasa setelah dia makan di kantin sebelah, yang—oke—mayoritas diisi perempuan. Jinki bukan alergi perempuan, tapi dadanya mulai sakit semenjak ia melihat seorang perempuan dengan rambut warna merah muda. Pasti yang memasak nasi goreng pesanannya memasukkan sesuatu. Semacam obat untuk membuatnya sakit setiap melihat warna merah muda, yah, bisa jadi begitu.

—||—

“Jin? Jinki? LEE JINKI!”

“HADIR!”

Minho menepuk kening. “Kau melamun, lagi.”

Jinki menghela napas lalu kembali duduk di bangkunya. “Maaf,”

“Kalau begini terus kapan tugasku selesai?” Minho berdecak sebal. Loh? Apa urusannya tugas dan Jinki melamun?

“Kenapa juga aku harus mengerjakan tugasmu?!” Jinki memekik.

“Ya karena aku yang minta, bagaimana sih?”

“Oh iya, maaf, aku lupa.”

“Kau benar-benar butuh istirahat, Jin.”

“Ah, tak perlu mengkhawatirkan keadaanku. Aku baik-baik saja.”

“Bukan kau, tapi tugasku. Kalau kau sulit fokus, mana mungkin tugasku bisa dapat nilai A.”

“Oh begitu ya? Maaf deh.”

“Kau harus datang ke pesta lajang Leeteuk sabtu ini.”

Jinki praktis tersedak ludahnya sendiri. “Apa? Pes—bukan—Leeteuk menikah?”

See? Apapun yang mengganggu pikiranmu, kau sudah benar-benar kacau. Kau sendiri yang membagikan undangannya kepada kami, masa lupa? Pokoknya kau harus ikut pesta. Best man-nya Hyukjae.”

“Kau serius? Tidak terima kasih. Kasihan mataku. Kalau best man-nya saja Hyukjae, pasti akan ada stripper.”

“Ya nikmati saja!”

Nope. Sekarang diam, biarkan aku fokus dengan tugasmu.”

Dan sore itu Jinki kembali melamun, untuk yang keenam kalinya. Minho muak, dan mendadak penasaran bagaimana arwah-arwah gentayangan bisa tidak tertarik untuk hinggap di tubuh Jinki.

Keadaan Jinki sudah terlalu mengkhawatirkan. Maka mereka memutuskan untuk intervensi urusan Jinki, mematahkan prinsip jauhi urusan orang lain. Biar bagaimana, Jinki tetap teman mereka.

“Hey, apa-apaan ini? Lepaskan aku!”

“Diam di sana, Lee Jinki. Kami sedang melaksanakan operasi penting, untuk menyelamatkanmu.”

“Aku tahu itu suaramu, Jjong! Lepaskan aku, pendek!”

“Hei! Tinggi kita sama, tahu! Kurang ajar.” Jonghyun akhirnya menjadi orang pertama yang melangkah masuk ke dalam cahaya. Jinki praktis memicingkan mata, berusaha melihat wajah temannya. Ini berlebihan! Memangnya Jinki penjahat? Masa dia diikat di kursi dan bawa ke tempat temaram cahaya bohlam ala ruangan interograsi kuno?!

“Kalian mau apa sih?”

“Membersihkan apapun yang mengganggu otakmu.”

“Kau mau mencuci otakku?! TOLONG—“

“—astaga, Jinki diam!”

“SIAPAPUN—“

“Jonghyun, tutup mulutnya!”

“TOLONG AK—hhmmp….”

“Kami tidak akan mencuci otakmu, oke?” Kibum berdecak sebal.

“UGH! KAU JOROK SEKALI, MAN!” Jonghyun memekik geli.

“Eh, kau kenapa sih, Jjong?”

“Bocah ini menjilat tanganku, Minho!”

“Eeww, tanganmu rasanya asam.” Jinki menjulur-julurkan lidahnya geli. Ugh, kau benar-benar jorok.

“Duh, kalian ribut sekali. Taemin, masukkan kaos kakimu ke mulut Jinki!”

NO! Oke, aku akan diam, just, don’t.”

“Bagus, Minho, silahkan mulai sesi intervensi kita.”

“Oke, Lee Jinki, terima kasih banyak atas kesediaanmu untuk hadir di sini—“

“—Kau menculikku!”

Hush!” Minho berdeham lantas melanjutkan. “Jadi, atas dasar nilai essay ethic-ku yang kau kerjakan mendapat C-, aku mengadakan intervensi ini. Judulnya, ‘Ada Apa dengan Lee Jinki’.”

“Rangga-nya mana?”

“Duh, Jinki stop it! Okay? Kami di sini benar-benar khawatir dengan keadaanmu. Kau mungkin bukan periang macam Byun Baekhyun, atau lovely boy seperti Henry. Tapi kami sungguh tidak nyaman melihatmu bermuram durja.” Jonghyun jadi mencurahkan isi hatinya, yang lain mengiyakan.

“Jadi, keluhanmu masih sama kan? Dadamu sakit?” Jinki mengangguk. “Apa jantungmu berdetak lebih cepat, seperti habis lari 100m?” Dia mengiyakan lagi. “Hal ini terjadi sejak kau makan di kantin bisnis bersama Jonghyun minggu lalu?”

Yeah, biasanya kambuh ketika aku lihat rambut warna merah muda.”

“Rambut merah muda? Seperti milik Sehun?” Taemin mengerutkan keningnya.

“Iya, yang seperti—oh, kemarin aku memainkan rambut Sehun dengan Luhan. Aku malah mengguntingnya sedikit, mau lihat?”

“Tidak, tidak perlu. Saat itu dadamu sakit?”

“Tidak sepertinya. Eh, tapi Sehun memukulku di dada, pakai kamus Bahasa Arab. Jadi, yeah, lumayan juga.”

“Tapi beda kan rasa sakitnya?” Minho mengusap-usap alisnya, berpikir keras. “Bisa lebih spesifik rambut merah muda siapa yang biasanya membuat dadamu sakit?”

“Tidak tahu, aku cuma lihat rambutnya. Sebahu, lurus, kelihatan lembut sekali, seperti permen kapas.” Pikiran Jinki tahu-tahu melayang. “Rambutnya menari ketika diterpa angin, bergoyang seperti iklan sampo ketika berlari, wanginya seperti permen dan matahari. Aku—“

“—Jin? Hallo?”

“—ingin menyentuhnya, aku ingin—“

“—Jinki?”

“—merasakan kelembutan—“

“—Lee Jinki, astaga!”

“—setiap helainya di jemariku, aku ingin memenuhi rongga paru-paruku deng—“

“LEE JINKI!”

“HADIR!”

Keempat lelaki itu menahan diri untuk menggosok wajah mereka dengan kesal.

“Kalian tadi menghipnotisku ya?!”

Okay, facepalm everyone!

—||—

“Taemin sudah memperkecil sample penelitian kita. Dari 547 mahasiswi jurusan bisnis, ada 26 yang rambutnya punya sentuhan warna pink, dan dari 26 ada 12 yang rambutnya sebahu. Tapi dari 12 perempuan itu, tidak ada yang rambutnya pink dari akar hingga ke ujung.” Minho menjelaskan. “Jadi coba ingat seperti apa wajahnya.”

“Aku juga tidak tahu.”

Man, kita benar-benar harus begini?” Taemin mau menangis. Dia tidak suka dengan ide gila teman-temannya.

“Coba yang itu, namanya Sunny, semester lima—,”

“Iya Taemin, ini bagian dari penelitian. Kau pernah nonton Detective Conan kan? Semacam itu.” Minho menjawab pertanyaan Taemin dengan mantap.

“—Bukan.”

“Tapi aku tidak pernah lihat Conan tiarap di balik semak, terlebih dekat sarang semut begini.”

“Sshh! Taemin, diam dulu!”

“Nah itu tuh, Krystal, atau itu, Min. Hyeyeon? Oh, itu lagi, Jinri. Di sana ada Yunho! Eh tunggu, dia laki-laki.”

Pal…,” panggil Jinki dengan nada was-was.

“Mana, mana, kau sudah menemukan sosoknya? Ouch! Nyamuk sialan.”

“Dadaku sakit…”

“Tenang, Jinki, tenang! Tarik napas panjang dan beritahu kami yang mana orangnya, oh jangan, hembuskan dulu napasmu baru beritahu kami.”

Ugh… aku mau ke dokter saja.”

“Tidak! Jinki! Rencana kita tidak boleh gagal!”

Kids, apa yang kalian lakukan di sana?”

Kelima lelaki itu menoleh serentak dengan gerakan dramatis. “Mr. Noel!” seru Kibum setengah panik. “Hohoho Mr. Noel… yeah… hahaha… ha. ha. ha…,”

“AAAWWW! CELANAKU KEMASUKAN SEMUT! AW AW AAAAAWWWW SAKIT SEKALIII!!”

“LEE TAEMIN, KEMBALI KE SINI!!”

“TAEMIN!!”

“HEY, LEE TAEMIN TENANG! JANGAN PANIK!”

“OH TIDAK, NO, NO, NO, NO, TAEMIN JANGAN!”

“TAEMIN JANGAN LEPAS CELANAMU DI SINI!”

“Kids?”

—||—

Nama mereka praktis masuk ke bulletin kampus, dan menjadi topik pembicaraan paling panas dengan nama ‘Geng Semak’. Minho ingin terjun dari lantai delapan, sayang gedung teknik hanya lima lantai. Jonghyun dan Kibum pakai topeng ke kampus. Taemin jadi pusat perhatian para gadis dan justru mendapat berbagai macam hadiah, seperti obat pengurang gatal, alcohol 70%, coklat dan permen agar Taemin tidak menangis. Jinki mengadu pada neneknya, di satu sesi teh sore mereka.

“Kau jatuh cinta.”

“Hah? Aku, nek?”

“Siapa lagi? Memangnya kau lihat aku bicara dengan gelas?”

“Ooh, maaf. Tapi aku tidak sedang jatuh cinta kok, nek.”

“Tidak usah mengelak.” Nenek Jinki meletakkan cangkir tehnya dengan wajah kecut. “Orang bodoh mana yang memasukan gula tiga sendok makan ke cangkir teh neneknya? Cuma orang yang sedang jatuh cinta yang akan melakukannya, karena mereka bodoh.”

Ouch, nenekmu sadis sekali, Jin. Tapi kalau boleh jujur, nenek Jinki terpaksa melakukannya. Sebenarnya ia sosok yang sangat bijaksana dan lembut. Tapi mendengar cerita Minho soal cucunya membuat ia jadi gemas. Kenapa cucunya ini kuper sekali?

“Maaf, aku tidak sadar kalau aku memasukkan gula ke tehmu.”

“Sudahlah. Poinku di sini, kau itu akhirnya jatuh cinta. Jangan mencari alasan untuk mengelak lagi, karena kau akan sakit sendiri nantinya. Sekarang lebih baik kau ingat baik-baik seperti apa wajah gadis yang sudah membuat jantungmu bekerja kelewat batas, datangi dia, dan ajak berkencan. Mudah kan?”

Well, nek, sebenarnya Jinki juga mau begitu. Tapi masalahnya, ia terlalu pengecut untuk mencoba mencari tahu. Kibum dan yang lain sudah mencoba membantu, tapi tidak berhasil. Mungkin mereka butuh bantuan orang lain yang lebih ahli dalam hal pendekatan. Jadi satu sore, mereka berlima mendatangi Solace Studio. Rumah produksi berukuran 6 x 6 yang masih menjadi sengketa sejak tiga tahun lalu.

Yeah, menurut kabar, The Bandits dan Al Calavicci—merupakan band kebanggaan kampus mereka— yang berselisih aliran itu masih memperebutkan hak kepemilikan atas Solace Studio. Mereka bertengkar sangat hebat, hingga sampai pada titik di mana mereka duduk di sofa studio dan movie marathon Toys Story, bersama. Benar-benar anak band yang bermusuhan. (Oh, please.)

“Itu Lily.” Jongdae—vokalis Al Calavicci, menyahut sebelum Jinki selesai menyebutkan ciri-ciri gadis yang membuat dadanya sakit.

“Lily? Bagaimana kau bisa yakin?” Jonghyun menyandarkan punggungnya pada Chanyeol—drummer Al Calavicci yang kebetulan kenalan Jonghyun sejak SMA.

Well, dari caramu menceritakan sosoknya, jelas sekali kau membicarakan gadis kesayangan Kris.” Baekhyun mencicit seolah itu bukan hal baru. Dan sebentar… apa yang Baekhyun maksud dengan Kris ini adalah drummer The Bandits—yang merupakan band tergahar di kampus mereka? Oh tidak, kalau itu benar maka tamatlah riwayat Jinki.

“Kris drummer band-mu?” Taemin mengerutkan alis, meminta jawaban dari Kyungsoo.

“Hey, aku vokalis Al Calavicci. Kris itu drummer band Baekhyun.” Si lelaki bermata besar itu mengkoreksi.

“Oke, ini masalah besar, Jin.” Kibum berbisik pada Jinki. “Kau tidak akan mungkin menang saing dengan Kris.”

“Oh, tidak perlu takut. Lily gadis yang menyenangkan dan keren. Lagi, hari ini Kris sedang jinak. Aku memasukkan obat anti-marah di susunya, tadi pagi.” Chanyeol menepuk dada dengan bangga. Eh sebentar, memangnya ada obat anti-marah? Dan lagi, bukannya obat dan susu merupakan perpaduan yang salah? Terserah lah Chanyeol ingin bicara apa. “Jadi aku akan berikan kesempatan kepadamu untuk menyatakan perasaan padanya, maksudku pada Lily.” Dia bersiul riang lantas berdiri tanpa aba-aba, Jonghyun otomatis terjengkang ke belakang.

“Hey!” protes Jonghyun. Oh, sayangnya Chanyeol terlalu bersemangat membantu Jinki sehingga tidak melirik Jonghyun sama sekali.

“Sepertinya Kris dan Lily baru saja selesai perkusi, dan ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanmu padanya. Ingat, aku hanya akan membantu sekali ini saja. Karena aku ingin sekali melihat Kris menangis. Luhan, siapkan uangmu karena kau akan kalah taruhan.”

Not so fast, Park Chanyeol. So, kalian berempat pegang siapa?” Luhan melipat lengannya di depan dada, menatap Kibum, Minho, Jonghyun, dan Taemin bergantian. “Cepat tentukan!”

“Kalau kalian berempat bertaruh Jinki akan mendapatkan Lily, maka ikut denganku. Tapi kalau kalian berpikir Kris yang akan menang, bergabung dengan Luhan.” Jongdae meniru gerakan Luhan dan menyikut lengannya sedikit, sementara keempat teman Jinki itu saling pandang. Hey! Kalian meragukan teman kalian?

Good!” Luhan berseru riang ketika keempatnya berdiri di sisi Luhan, meninggalkan Jinki yang menganga lebar-lebar. Astaga, kalian berempat keterlaluan!

“Tenang Lee Jinki, kami ada di sisimu.” Tao menepuk pundak Jinki sambil menggelengkan kepala dengan prihatin. “Kalian para pengkhianat! Bersiap untuk mengosongkan isi dompetmu. Ayo, kita ke aula perkusi.”

Anak-anak band itu membawa kelimanya menuju aula utama kampus, mengundang tatapan kagum dari orang-orang. Jelas saja, kapan lagi mereka bisa lihat sebelas laki-laki super tampan jalan bersama? Walaupun dari jauh mereka kelihatan seperti ingin membakar gedung kampus. Oh, tapi para gadis tidak bisa melepas mata mereka dari sosok itu hingga mereka hilang di tikungan koridor.

“Siapkan mentalmu, Jin.” Kali ini Jongdae yang menepuk-nepuk punggung Jinki. Sebelum ia membuka pintu aula dan mendorong Jinki ke dalam secara paksa lantas menutup pintu aula rapat-rapat. Oh, ini akan sangat menarik.

Jinki meneguk ludah, mendadak merasa ciut karena menjadi pusat perhatian para penabuh itu. Pandangannya mengedar, berusaha mencari sosok yang membuatnya gelisah belakangan ini. Dan ugh, pemandangan di depan jendela aula itu terlalu menyakitkan untuk Jinki lihat. Tapi ia tidak boleh mundur! Sebenarnya tidak bisa mundur. Karena yah, anak-anak kurang ajar itu menahan pintunya dari luar.

Jadi Jinki berjalan mendekat, dengan kaki yang agak gemetaran. Karena, hallo, ini Kris yang sedang berbicara dengan jarak dekat pada Lily. Sementara Jinki mendumal dalam hati; memangnya Kris tuli ya sampai harus berbicara dengan wajah sedekat itu?!

Ahem.” Jinki mencoba mengambil perhatian dua orang itu. “UHUK.” Well, ini bukan cara yang baik untuk menyapa karena tenggorokan Jinki jadi sakit, tapi dia tidak peduli. Saat ini ia hanya ingin membuat lubang di aula ini dan mengubur diri dalam-dalam.

“Oh, hallo.” Lily menyapanya. ASTAGA! LILY MENYAPANYA! JINKI MAU PINGSAN!

Jinki mendadak lupa cara bernapas, jadi dia membuang wajah. “Engh… er… hhhmm… hhhh… Jinki, tenangkan dirimu!” dia berbisik pada diri sendiri. Ugh, tatapan mengerikan dari Kris benar-benar membuat kakinya ingin menyerah.

“Apa kau mencari seseorang? Atau kau ingin bertanya soal perkusi?” sekali lagi Lily berbicara padanya, dan Jinki semakin tidak bisa bernapas.

“Aku… eeehhh…,”

Saat itu pintu aula tahu-tahu terbuka, dan Jinki yakin benar itu suara Chanyeol. “LEE JINKI, SEMANGAT! DEMI LANGIT DAN BUMI, BUKTIKAN KALAU KRIS ITU PAYAH!”

Kemudian suara Baekhyun menyusul. “YEAH! DASAR KRIS PENDEK!”

Suara lain menyahuti samar-samar. “Kau kan ada di pihak Kris, bodoh!”

“Oh iya… MAAF YA!” dan pintu itu kembali tertutup.

Kris menatap Jinki lekat-lekat dalam kesunyian beberapa detik, sebelum akhirnya bersuara. “Bisa kau jelaskan maksud anak itu tadi?”

Jinki mau menangis.

Hey, kau membuatnya takut.” Lily menepuk lengan Kris.

“Lil…. Lily, k-kau eerrr… kau mau… engh…—“

Berkencan! Sebutkan kata itu Lee Jinki! Mau berkencan denganku atau tidak? Aduuuhh…!

“Kau membuang waktu kami, anak kucing.” Hah! Kris, kau kejam! Jinki sakit hati, ia mau melempar Kris keluar jendela! “Lil, ayo kita—“

“—MINUM TEH!” Jinki memekik terlalu keras. Dia tidak bisa membiarkan Kris membawa Lily pergi. Tapi kau benar-benar payah Lee Jinki, ini sangat anti-klimaks. Tidak seru.

“Teh? Oh, aku suka teh.”

“Iya, eerr, kau mau minum teh denganku atau tidak?”

Kris memutar bola mata. “Sudahlah Lil, kita pulang saja.”

“Tidak.” Jinki praktis melongo mendengar kata tadi, sementara Kris memandangnya kasihan. “Maksudku, tidak Kris. Aku akan minum teh dengannya, kau duluan saja.”

Kris menganga. Tidak, tidak mungkin aku kalah dari anak kucing ini! “Lil, kau—“

“—maaf, Kris. Aku duluan. Ayo, kita mau minum teh di mana?”

Jinki mau menjerit keras-keras. Dan Jinki membawa Lily untuk minum teh bersama neneknya. Oh yeah, benar-benar romantis.

—||—

Kkeut

Note: Failed. Iya, setidaknya aku berusaha menulis. Konfliknya tenggelam? Iya nih, aku kelewat fokus sama tokoh-tokohnya huhu. Tapi wanna say thanks to Dira a.k.a Hangukffindo for her inspiring writing style. Untuk kekurangannya mohon maaf, aku terima kritik dan saran kok 😀 hehe~ . Terima kasih sudah mampir.

Advertisements

37 thoughts on “Teh Sore

  1. Firstly…berasa baca ff nya Hangukffindo. Soalnya gaya penulisannya mirip banget! Dan, setelah kamu blg terinspirasi dari Kak Dira…oh well~ hohoho #apamaksudnyainiii

    Tapi ini bagus banget lho! Entah kenapa ceritanya fresh dan super crack! Kocak deh! Aku suka. Suka banget. Suka suka. Suka banget sama Luhan muahahahahahahh sorry nglantur..

    Overall ini cerita seru dan aku ngakakkkk dalem hati (entar ribut2 digampar nyokap masaaa) Keep writing, er, (Kak?) Lana 😀

    1. Hallooo ^^
      hahaha iya aku belajar dari dia soalnya~

      Hihihi
      MAKASIH BANYAAAKK ^O^
      tapi aku masih perlu banyak belajar
      hahah salah fokus ya kamu xD

      kkkk oke oke
      Yes, just call me that
      btw, kok kamu bisa nyasar ke sini? ._.a

      1. ahah iyaaa! Motto ‘jgn pernah berhenti belajar’ berlaku buat smua orang say 😉

        Gegara SF3SI (aku lupa deh singkatannya gimana heuu) tuh, entah gimana aku terdampar disini dan kamu kocak banget kakaaa rofl.
        Ak baca smua jurnal km ttg fangirling yg bikin perutku berasa ditendang Minho, ngakak parahhh. Gila, bahasamu itu ajaib banget. Seru abis masaaa! Tp gara2 int connection ku kurang bagus, ak cm smpet comment di Minus vs Silinder sm disini hehe. Nanti ak lbh rajin komen lg deh ;3

        Salam kenal yaaaa ^^

      2. Iya 😀

        OOOHH KAMU PEMBACA DI SF3SI? YA AMPYUUUNNNN~
        Gila ini malu banget sumpah sumpah sumpaaahh aku paling gabisa deh kalau ada anak sf3si yang mampir. Ya ampuuunnnn mallunyaaaaa
        Ini aib banget kan? Please jangan baca jurnalku, malu parah
        MOMMYYYYYY!!!

        Bahasaku ajaib? Uhuk…. aku…. akuuu *blush*
        Please dont.. aku malu banget kalau kamu baca, ketahuan banget aibku hahahhaha

        Slaam kenal juga, eh aku panggil apa ini? Rena?

  2. Wahahahahaha! Lucu banget deh kamuuu 😀 lol Ngga kok, ak cuma sekali dua kali aja mampir ke SF3SI, terus ngga sengaja liat nama ‘Lana Carter’ di daftar adminnya. Aku pikir, wah kok namanya asyik nih. Dan taraaaa, aku samperin deh wp kamu kak! Hohoho. Ternyata keluhan hatinya asyik juga buat di baca :p Galau banget ya si Lana Carter ternyata hahaha tapi seru lho bacanya! ;D

    Rena… Atau Caire… terserah sih apa aja. Kalo aslinya aku dipanggil Rara #lho. Mau panggil apa aja boyeh~ hoho

    1. hwualaahhh kirain pembaca tetap di sini
      syukur deh, jadi less embarrassed kekeke
      Oooohh berarti namaku cukup manarik perhatian xD kkkk~
      Ahh tetep aja aku malu kkekeke

      so lemme call you Rena. Temenku ada yang namanya Rara, jadi lebih baik avoid daripada jadi salah orang xD
      Kamu gak punya blog juga apaaaa??? biar aku bisa gantian mampir gitu
      eh btw ini kit jadi OOT yah hahahaha

      1. Wah aku ngga punya blog nih. Pingin banget bikin tapi minggu depan uda UN TT^TT
        Twitter baru adaaa, mau di spam aku tidaaak? Hehehe.

        Hahahaha kalo gitu ayo balik lagi ke topik. Aku lupa nih mau komentar tentang endingnya. Mm, karena diatas udah bertabur crack yg bikin sakit perut, entah knp endingnya jd kurang greget gitu. Iya ngga sih ya? Apa cuma perasaanku aja….

      2. Boleh boleh 😀
        apa namanya?

        Iyaaaaaa kaaann aku tuh udah feeling
        Konfiknya semacem tenggelap karena aku terlalu fokus sama karakter dan adegan-adegan mereka
        terus endingnya gitu aja jadinya T___T huhuhu

  3. @zahrabastari
    Let me know ya kalo udah di follow~

    Tapi ya kalo aku perhatiin gaya tulisan kamu di jurnal/fangirling itu, kak, I thought wah, she’ll be the next raditya dika. Versi cewek. Versi kpopers gituuu. Hahahah

    1. hahahahah apaaaa coba xD
      aku emang udah nulis blog dari SMP gitu sih.. pas lagi nulis-nulis gitu tahu2 raditya dika mungudara
      and i’m so far from him.. gilaakk dia mah emang bakat ngelawak kali hahahah

      okay, nanti aku mention

  4. sori nih baru sempat balas,
    kmrn2 lg sibuk belajar buat UN soalnya. Sekarang udah nggak! Yeay! (padahal masi nyisa dua hari) ohooo

    ahahahah iya sih, dia mah diem aja udah gokil..mutun gituuu
    Okayyy, ditunggu ya :3

      1. Wahaaah capslock semua sampe kaget…no, no, no salahkan dirimu yang buka lapak maghrib2! Berhubung koko gelodoknya si jinki dan kawan2..jadi yahhh i can’t resisted. Ditawari teh gratis pula! (apasih) Lagian kalo zaman skrg yg namanya belajar mah cuma sekedar formalitas doang. Dan udah rahasia umum klo tgl 14-16 April kemarin adl 3 Hari Bohong se-Indonesia hahahahaha #ditabokkey Memprihatinkan banget, i know
        Ehh…disini ada intel ikutan baca ffnya kakak ngga sih? #celingakcelinguktakutdisergap

        Hu’uh muucihhhh :*

      2. UP TOP!
        Setuju banget UN tuh seriusan gak penting dan Hari Bohong se-Indonesia hahaha
        pada akhirnya UN semacem jadi momok di Indonesia yang sebenernya gak terlalu punya andil dalam masa depan *ini ngomong apa sih si lana*
        hahaha jaman sekarang gak ada intel kayaknya XD

  5. OH TUHAN AMPUNI KAKAK SAYA YANG SATU INI KARENA MEMBUAT FANFIC SEMACAM OBAT-OBATAN TERLARANG DAN MEMBUAT SAYA MABUK KEPALANG!

    Sempet sih, liat di sf3si, but then I remembered that I got a lot of things to work on ;_; BUT HEY! WHO CARES KARENA SAYA BERSYUKUR BISA MEMBACA INI HAHA! HAHA! IYA, haha.

    Jinkin in love, everibadey! Dia dungu juga lugu nan lucu bikin gemes. Aku ngga tau itu empat kecebong lainnya maudiapain… sialan! ini super keren! Mataku mau copot baca yang beginian dimalam gelap dan dingin karena hujan lebat. perutku sakit dan hampir keselek combro pedes /apadeh/

    Itu sesi interfiuw-nya, kayak Upin Ipin yak? Pas mereka lagi nyari rambo si ayam jantan yang ilang. Aduh, bless you Miss Carter. This is why I love you!!! ❤

    Anak ekso itu ngapain lagi, Miss? Baekhyun dan teman-teman konyol sekali. ADA JONGDAE-MY-BABY-BOO PULAK!

    aKU SUKA SEMUANYA! NGGA ADA TAPI-TAPIAN! S-E-M-U-A-N-Y-A, SETIAP HURUF YANG KAMU KETIK DI ATAS.

    Crap, I lost myself here. Sorry. Love you ❤

    1. IYA TUHAN, AMPUNI SAYA YANG MEMBUAT CERITA ABALAN SEPERTI INI

      Oh, dikau mampir ke sf3si juga? KOK GAK PERNAH KELIATAN?? 8lempar granat*

      LOL, komen kamu somehow lebih kocak dari pada FF ini xD
      lagiii ujan-ujan makan combro. Ujan tuh makannya mie rebus, daann apapun makannya minumnya teh botol jomblo *edew lana*

      betul betul betul
      SERATUS BUAT KAMU MISS LIN!
      I love you too

      FF nista tuh rasanya sayang kalau gak masukin exo di dalemnya hahaha. Oohh Tuan Byun favorite ku kalau soal adegan dumb and dumber. OH OH OH.. KAMU SUKA CUTIE-CATTIE-JONGDAE?

      AKU JUGA SUKA SAMA FF KAMU YANG WAKTU ITU DIPAIRING SAMA KRIS. BIKIN LAGI DONG YANG LEBIH MANISSSHH.. SAMA BABY HUN!

      And i love you too
      like wat de hel, are we dating? wateva xD
      THANKS FOR DROPPIN BY MISS LIN! ^O^

  6. hei hei hei kak lana!!!
    aku reader baru nih ceritanya 🙂
    uhukkk sempet keselek aku kak baca ff mu ini dan apaan itu anak ekso juga kamu masukin disana dan berbuntut nih ff tambah kereeeennnnn…
    kak ❤ ❤ laft you laft laftt XD
    aku penasaran gimana jadinya Kris abis di tolak sama lily kkkkk
    dan jadi luhan dkk kalah taruhan dongg!! mereka harus bayarr ke jinki dkk!!
    tapi ya mungkin siap2 aja tambah luka2 di sekujur tubuh siapa tahu duizhang macem kris langsung ngamuk kek king kong yg kehilangan Ann Darrow/ehh/ XD
    keep writing kak 🙂

    1. Hei hei hei Ann!! ^^
      kekeke selamat datang kalau gituuu~
      hahahah karena anak exo itu sosok yang pantes untuk dibikin aib, setelah super junior terlalu tua untuk dinistakan LOL
      nah ini masih buluk kok
      hahah laft you too deeehh~
      dan aku jadi sedikit kepingin bikin kelanjutan Kris-Lily-Jinki … kalau mood bagus ._.
      LOL kekeke let’s see what will happened ke anak2 ekso dan Jinki dkk

      Makasih ya Ann udah mampir ^^ tunggu komenku di blog kamu yaaaww hihihi~
      Sip!
      Tengkyu tengkyuuuu
      xoxo

  7. Oh yeah ini keren! Gak bisa berhenti ketawa dari awal sampe akhir xD

    Oh ya, aku reader baru disini dan gak sengaja nemu blog kamu dari salah satu komentar yg kamu tinggalin di blog kak dira 🙂 aku langsung tertarik sama ff ini karena, yeah si jinki jadi main cast nya dan aku ngakak banget baca ini. Ini keren, serius, aku suka! XD

    Keep writing yaa~ ditunggu karya yang lain. Salam kenal ^^

    1. Wow, halloooooo ^O^
      hihihi aku suka seneng gitu ih sama orang-orang yang suka blog-walking
      SELAMAT DATANG, BTW!!
      oohh kamu suka Jinki kah?
      well, masih lebih keren punya Dira kemana-mana sih, so yeah… hahahha

      makasih udah mampir ^O^
      SALAM KENAL JUGAAAA~

  8. oh god. baca ff ini tu ibarat lagi ulang tahun, dikasih surprise dari ortu tiket konser shinee terus pas lagi konser dilamar onyu homina homina,,,,
    GILAAAAK FF INI BIKIN AKU PENGEN NGESOT KEKOREA TERUS NYIPOK JINKI.* aheum.

    greget banget sama jinki disini. awal baca fict ini semacem, oalah ada author yang bisa bikin ff kaya dira eonni. ternyata berguru ama dia. good job, author favorit nambah satu.

    dan demi apa ini ff ga kaya dibikin bikin (?) ff ini kaya nyeritain kerjaan member shinee kalau mereka lagi kuliah bareng.
    dan lagi karakter nya dapet banget! great job author nim.

    dan lagi, ada baekhyun, chanyeol JONGDAE, chanyur ,kris, tao. Aduuhh imajinasi aku rasanya dimanjain banget. dahaga akan ff serasa terpenuhi.
    dan itu ada nama jehop? J-hope bts kah?
    fangirling lagi kaaan. *uhuk

    seneng banget ada ff yang kaya gini versi shinee, biasanya kan baca ff kak dira isinya exo semua, jarang banget ff shinee fluffy kaya gini.
    bikin lagi ya thor! I DEEPLY IN LOVE WITH YOU!

    1. Omaigat… pembacanya Dira nyasar ke blog abalan gini, gawat
      hihihiw… betewe selamat datang ^O^

      Dan waatt?? Itu imajinasi kamu dikasih tiket konser, dilamar di konser itu…. kalau di bandingin sama ff ini tuh…
      agak LOL sebenernya hahahaha… iya kali sampe segitunya xD

      Sebenernya aku udah nyoba nulis kayak gini udah lama, eh begitu ketemu FF dira jadi nambah referensinya. Hihiw, thanks to Dira kalau gitu~

      Hihihi… ini efek waktu itu ada yang nanya di askfm soal anak2 SHINee sebagai maba, Terus moodku lagi bagus, jadi lah ngaco begini xD hihihi tengkyu reader nim!

      YES YES! JEHOP BABYKU OMAIGAT! *salah fokus*
      ahem… berkat Dira, sosok Exo tidak bisa dilewatkan dalam FF bergaya nista begini hahaha~

      Hihiw.. mampir2 lah ke SF3SI, banyak tuh FF SHINee yang kece 😀
      Doakan saja ada mood dan waktu kekeke~
      I DEEPLY THANK YOU!! :* ((kisseu kisseu))

  9. Haii 😀 iseng-iseng nemu ff ini di google.
    Waaahh, kepengen jingkrak-jingkrak rasanya! Jinki bikin gregetan >_<
    Keren deh ff-mu sampe aku nggak bisa berhenti ketawa. Aduhh,, lucunya 😀 unyu-unyu deh 🙂

  10. anak kucing? #lol
    super ngakak!!! hahaha, aku ga kebayang dua belas anak exo ditambah lima anak SHINee bergabung dalam satu ke absurdan macam ini. Ganteng siih tapii cacat haha
    well, mau sekonyol apa pun, aku tetep akan beradi team Jinki *angkat banner bareng Tao

    cute fic 🙂 ❤

  11. aku rasanya sering liat username kamu di sf3si deh
    hihi kaget juga liat kamu mampir ke sini 😀
    IYAKAANN!!! ganteng sih.. tapi cacat hahahha
    Setuju! Team Jinki, oh yeah!

    Terima kasih sudah mampir ^O^

  12. HEY… aku mau nangis deh…
    wah iseng iseng nyari karya lana, finally nemu lagi XD
    maaf aku jadi stalker mu (but i like to stalk someone lol)
    hm… apa yah… tapi INI FF YANG AKU BUTUHKAN SKG
    walau aku gak suka ekso, tapi kalau shinee main castnya i will
    dan ah… ini lucu terlalu sungguh sampai dadaku sakit ugh
    sialan lee jinki memberi pengaruh buruk hiks
    hahahaha keren tau cara pemilihan setting dan kata katanya
    walau aku sempat bingung dengan pemilihan waktumu
    but at least it is so funny XD
    ciptakan ff shinee lagi yah lan, yg kaya ginilah wujud rupanya XD

    1. HEEEEYYYYY
      YA
      AM
      PUN
      OH
      MY
      GOD
      hahahha masih ada aja yang baca FF abal ku ini huhuhuh
      Aku butuh ekso untuk dinistakan (lol, maafkan) ahahah tapi mereka punya banyak pilihan rasa dibanding SHINee yang cuma 5 rasa, dan FF ini butuh bumbu yang banyak wkwkwk maafkan additional cast nya. But i love exo, god.
      Hahahha tapi Jinki kiyut kaaaannnn
      Iya sih iya, pemilihan waktuku agak …. ergh…. gituh hahahha
      aku lagi bermasalah otaknya deh pas bikin ini, maaf maaf ya hahaha
      Sedang berusaha, doakan sukses menistakan SHINee lebih jauh ya hahahha

      MAKASIH UDAH MAMPIR DAN BACAAAA

  13. ya ampun kaaak ngakak banget sumpah huahahahaha seru banget itu jin mau aja suruh bikin essay minho itu key jjong taem aaaah seru banget jadi ngeracau ga jelas gini deh :333 makasih makasih :3

    1. oh ya ampun ada yang mampir!!
      Hahaha aku gak kepikiran akan ada yang mampir ke sini lagi
      sori late reply

      this is old fiction jadi maafkan ya segala kekurangannya haha
      makasih udah mampir dan ninggalin jejak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s