Twenty Things About Lana Carter

Turn your volume down, there’s music playing in the background

lead_large

Sebelumnya, selamat malam. ^o^

Astaga ini blog bener-bener udah berdebu. Ini kalau bukan karena cari bahan buat nyusun bab 2 mah aku mana tahu ada notif di wp. Btw, makasih banyak cutie pie Dhila sama sweetie pie Bella yang udah nge-tag aku di games ini, eh ini games bukan sih? LOL. Sempet lihat di postingannya Kak Eci, terus kayak ngarep gitu bisa ikutan nulis ginian biar keren. Sama sekali gak sadar di tag sama orang hohoho, sekali lagi thank you!

Rulesnya super sederhana: intinya cuma menjawab 20 pertanyaan seputar dunia tulis-menulis (because that’s what connect us in wordpress world) dengan sejujur-jujurnya. Setelah selesai, silakan tag ke 10 teman penulis online lainnya supaya kita lebih saling mengenal. Yang mendapat tag wajib mengerjakan dan nge-tag teman lainnya.

  1. Your real name?

Lana. Lana aja ya, embel-embel nama belakangnya gak usah. Nanti kalau aku makin terkenal bisa repot, LOL.

  1. Your current pen-name? When do you start using your current pen-name?

Lana Carter, I actually have a few more that sadly cannot be revealed for some reason. Lana Carter ini kayak nama alias kesayanganku and I start using it from 2006. Susah emang kalau anak gaul *apalah*

  1. Story behind your pen-name?

Pretty obvious sih untuk kalian yang remaja tahun 90an atau balita gaul di tahun itu, LOL. Well yeah, some of you pasti mulai ‘Oh! Gue tahu!’, ini dari my first love Nick Carter yang punya nama asli Nicholas Gene Carter. Saking cintanya sama dia I’m dreaming to be his wife to the point I write his family name behind my name. LOL banget dasar bocah alay. Tapi gimana ya, begitu lahir habis denger Adzan aku disetelin lagu Backstreet Boys. Susah emang kalau pas lahir tante kalian masih pubertas, ngomong aja masih susah udah di jejelin cowok ganteng.

  1. Where to find you?

You can find my work here, walaupun udah berdebu dan banyak sarang laba-labanya I still write sometime. Tapi di sini gak cuma ada cerita fiksi, cuap-cuap gak penting juga ada di sini so, yeah, lihat-lihat kategori kalau mau baca dari pada puyeng. Aside from here, I write on shiningstory juga mungkin sebagian dari kalian udah tahu ya hehe. Kalau mau ngobrol atau tanya-tanya bisa mampir ke twitter atau ask.fm ku.

  1. Why do you write?

Because I love Nick too much aku berimajinasi jadi istri dia. Kalian yang penulis pasti tahu lah, sebuah cerita itu muncul awalnya dari pertanyaan yang dikembangkan imajinasi. Waktu kelas 4 SD aku udah bertanya ‘gimana kalau gue tinggal di New York ya? Gimana kalau ternyata Nick Carter one of my mom’s relative atau temen kerja?’ pertanyaan itu juga awalnya muncul karena anak om-ku demi tuhan mirip Mark Westlife. Waktu itu Westlife masih booming, walaupun aku cuma bocah 4 tahun I remember exactly what his face looks like. Kita cuma ketemu dua hari, Andrew bantuin papanya persiapan untuk nikah sama tante-ku. Yeah, namanya Andrew dan dia anak mantan istri Uncle Berry. He comes to Magelang at that time along with his sister Keith and his grandma. I Love them so much and they love me too, karena katanya ‘she’s cute, kecil tapi lincah.’ Dan mereka suka sama kulit coklatku. Padahal bagiku ini dekil banget LOL.

Nah dari situ lah aku memposisikan Nick Carter sebagai Andrew. Kayak ‘what if Nick itu Andrew terus aku jadi one of the luckiest girl in the world’. Dari situ aku sadar kalau imajinasiku beda dari yang lain dan aku langsung ketik di ms.word awalnya sebagai diary biasa. Dan yah, kapasitasi imajinasiku berlebihan dan harus di tumpahkan ke dalam kata-kata. Karena aku gak bakat ngomong walaupun waktu kecil bawel, I suddenly lost the ability for public speaking.

  1. Where do you usually get inspiration for your writing?

Dimanapun dan kapanpun. Aku bisa dapet ide pas lagi ngisi pensil mekanik, atau neguk segelas susu, atau bahkan saat ngupas pisang. Paling sering saat sedang melamun, semua orang pasti begitu. Makanya banyak yang dapet inspirasi di toilet atau di jalan menuju kantor/sekolah. Pada dasarnya ide dan inspirasi mudah didapat, yang sulit menyusun dan menggambarkannya.

  1. Genre you usually write?

Aku masih dalam tahap belajar, meskipun udah dari kelas 4 SD menulis. So, aku belum punya genre yang I usually write tapi paling sering nulis romance. Bukan karena senang, it’s easier to write than any other genre. Tapi setelah mencoba beberapa genre aku rasa aku akan suka genre yang dekat dengan kehidupan, pertemanan, dan anak-anak (ini menyenangkan tapi sulit masyallah). Dulu aku suka brothership karena aku pingin punya kakak cowok (dhilla kita harus tos! LOL) tapi sekarang brothership nya lebih ke persaudaraan kayaknya.

  1. Genre you usually read?

Sebenernya ini gak ‘usually’ tapi ‘used to’ read, buku pengembangan diri. Setelah kenal novel jaman kelas 7, aku suka genre keluarga, persahabatan, humor, fluff, dan slice of life. Daripada genre aku lebih ke gaya penulisan, aku bisa baca genre yang slow building character, angst atau apapun asal aku klop sama gaya penulisannya. Yang humor juga aku belum tentu mau baca kalau gaya penulisannya gak sesuai. Emang aku mah pemilih, tipe-tipe yang dibenci penulis wkwk. Gatau diri aku emang.

  1. Current interest in writing?

Berhubung aku lagi nyusun TA dan udah writer block sejak satu setengah tahun lalu, saat ini aku berjuang nulis bab 2 sama bikin ficlet atau oneshot sederhana. Sekedar menyalakan kembali otak ini untuk gak cuma baca aja tapi juga produktif membuat. Aku berharap bisa tulis prompt kayak orang-orang 😥

  1. Your typical favorite fictional character?

Kalau cowok tuh aku cenderung bikin yang kalo gak ‘kalem, cool, understanding’ ya yang koplak sekalian. Pingin bikin yang misterius atau cerdas gitu tapi ini penulisnya aja gak cerdas gimana mau bikin karakternya cerdas LOL. Kalau perempuan kecenderungannya yang normal cewek gitu sih, cengeng gak cengeng agak keibuan. Tapi sempet nyoba bikin yang tough cookies ternyata lumayan cool hwuahaha, pingin bikin yang tough dan gak gampang nangis tapi akunya aja cengeng. Kumaha iye lah

  1. Name your own favorite fiction(s) and the reason why?

Haduh pingin nangis rasanya. Gimana ya, karyaku masih sedikit banget-banget. Ada satu yang aku bangga banget tapi di tulis pake pen-name lain, bahaya kalau aku bongkar hwuahaha. So, ehm.. aku pilih Teh Sore aja deh sama Superman. Walaupun Superman gak lolos seleksi lomba itu aku gemes bukan main sama tokoh nya karna masih baby ahaha. Kalau Teh Sore karena aku salut bisa buat FF humor hanya sepanjang perjalanan dari Bekasi ke Depok. Waktu itu aku lagi writer block parah karena terlalu banyak baca fiksi English aku kehabisan kosa kata Bahasa Indonesia tapi berkat Dira yang karyanya sangat menghibur aku-pun terinspirasi untuk nulis.

  1. It might sound narcistic, but what’s something special from your writing?

Dhila tos lagi! Hahaha gak ada yang bisa aku banggain inih gimana ya heeeuu~

Karena aku mudah ter-influence lagi-lagi kayak Dhila, jadi aku belum menemukan sesuatu yang khas dari penulisanku. Mungkin orang lain ada yang udah menemukan, tapi aku belum. Kalau aku lagi nonton apa terus suka entar aku jadi pingin nulis yang sejenis gitu, norak deh aku mah hahaha.

Tapi mungkin ya, mungkin aku cukup baik dalam mengekspresikan emosi tokoh nya. Karena aku bener-bener serius kalau menggarap sesuatu yang agak berat. Aku bisa baca 10 kali perparagraf demi membuat pembaca merasakan hal yang sama, jadi biasanya aku duluan yang ngerasain itu demi memberikan ‘jiwa’ ke tokoh ku atau ke ceritanya.

  1. Aspects you still feel lacking?

Rasanya aku gak perlu jawab ini karena aku sama Dhila dan Bella kurang lebih sama hahaha, kayak, jawaban mereka tuh aku banget terus aku yang ‘I fell you, bruh’

  • Spasi atau capital, aku mau nangis kalau berurusan sama yang ini. Kadang juga dalam satu kalimat atau satu paragraph suka ada yang gak nyambung gitu. Bisa kali paragraph ku di ambil buat ujian B.Indo saking ngaconya.
  • Gaya tulisan. Aku ini… teguh sebenernya tapi gampang terpengaruh. Gimana ya, konyol juga. Karena belakangan ini sering baca fiksi English dan terjemahaan jadi gaya penulisannya kurang lebih sama. Dan humornya, duh, mendadak gak bisa bikin humor Indonesia gimana ya pingin nangis rasanya.
  • Easily influenced, lumayan bahaya ini sebenernya. Gak cuma dari segi gaya penulisan dan bahasa, jalan ceritaku juga bisa diintervensi orang dengan mudah. Aku inget desember kemarin waktu akhirnya berhasil nulis FF, dan ada yang komen kayak “what is wrong with these writer? it seems like you guys read too much English fic lately or even write in English too much your Indonesian looks awkward.” waktu itu aku sama Kak Kuku yang dikomentarin, LOL. Terus aku semacem malu, bahasa indonesia aja masih belepotan.
  • Sebelumnya aku gak terlalu bermasalah dengan narasi, setelah kena ‘buntu’ untuk bikin satu paragraph yang utuh tuh sulit banget. Jadi kebanyakan dialog daripada narasi, terus temenku sampe bilang “Delrey, lo mau bikin naskah drama?”
  • Metafora. Apapun lah yang bisa mempercantik kalimat di fiksi. (Dhila I feel you Dhil, pingin nangis aku)
  • Man, aku kok kayak berasa orang paling kurang pengetahuan ya? Kayak, how could everyone describing some place without being there? Seberapa gila riset yang dilakuin? Aku harus mulai dari mana? Yang bisa bantu aku ajarin gimana cara riset lokasi sampe orang bisa ngebayangin trotoarnya kayak gimana please help.
  • Watak tokoh, ini aku sangat gak stabil. Orang gak akan bisa bilang “Kok si A gini? Biasanya enggak.” Gak usah beda cerita nama sama, dalam satu cerita aja tokoh A sifatnya bisa berubah-ubah tiap sesi. Pedih lah
  • Aku lemah banget bikin series. Astaga Tuhan, kenapa ide ini kalau muncul gak pake izin sih. Lagi susah-susah nyelesain chapter dua udah muncul ide baru. Makanya aku mah yang pendek-pendek aja doloe.
  • Belakangan ini, aku bingung gimana menambahkan bumbu. Mungkin ini masuknya ke narasi kali ya, semacem… di otakku ini outlinenya tokoh utama bakalan berantem dan hubungannya senggang, tapi aku gatau gimana cara bikin situasi itu. Ini kenapa ya?
  • Masih banyak sebenernya heuh… emang dasar bukan penulis mah begini. Cuma gemar tapi kurang bakat.
  1. Biggest challenge you’ve ever encountered when writing something?
  • Fokus dan riset, aku gak ahli dalam riset. Kayak bingung gimana harus memulai riset. Pernah nyoba riset padahal ide udah teriak-teriak minta dikeluarin. Tapi demi fiksi yang berbobot aku paksain riset dulu, eh begitu kelar ilang idenya. Gila, perih banget rasanya.
  • Bikin jalan tengah cerita atau justru pembuka cerita. Endingnya mah udah siap, bikin intro sama tengah-tengah ini suka mandek. Makanya aku bikin yang pendek dulu aja deh, gak usah sok jago.
  • Saking seringnya tulis fanfiksi yang tokohnya aku anggep semua orang kenal dengan karakternya, aku jadi kelabakan pas mau bikin original fiction. Aku masih beranggepan orang lain kenal dengan tokohku padahal enggak, jadi aku kesulitan menggambarkan karakternya.
  1. About your writing, what do you want to accomplish next?
  • Ada satu ide yang udah tiga bulan gak hilang dari otak, empat malah. Dan ini sebenarnya luar biasa. Aku mencoba untuk nulis tokoh-tokohnya dulu dan intronya, tapi ya itu , bagian tengahnya mandek. Untuk menggambarkan senggangnya hubungan tuh gimana, aku bingung aja tiba-tiba. Ini aku bener-bener mau bikin ide ini jadi karya yang utuh, harus bisa walaupun masih dua tahun lagi
  • Bikin satu aja cerita tiap bulan, biar biasa dan berkembang.
  1. What is something you usually avoid when writing?
  • Medical and law material, I wouldn’t even try. Walaupun beberapa kali muncul ide mengenai tokoh yang punya kelainan fisik ataupun psikis, aku gak sanggup jalanin risetnya. Begitu juga yang berhubungan dengan hukum atau pasal-pasal. Walaupun aku pernah punya kegemaran belajar hukum, sekarang? No thank you, aku belum sanggup menanggung bebannya.
  • Plothole, sebenernya ini sering banget kejadian kalau aku buat cerita yang lebih dari 1 chapter. Tapi aku juga sering sih bikin alurnya jadi ambigu, kayak tahu-tahu udah sampe sini. Karena aku sering mikir ‘gak selalu penulis perlu ceritain setiap tetek bengek yang terjadi pada tokohnya’ tapi aku sering lompat kejauhan hwuahaha.
  1. What is something you really want to improve from your writing?
  • Perbendaharaan kata dan narasi yang deskriptif tapi gak membosankan
  • Karakter yang kuat
  • Teka-teki cerita, ini masuknya ke plotwist kali ya? Sesuatu yang membuat pembaca harus menelaah lebih lanjut untuk tahu sebenarnya apa yang terjadi mana yang benar dan salah.
  • Moral yang dalam tanpa menyinggung kalangan manapun.
  1. Do you have other interest aside from writing? And reasons why?
  • Reading, kegemaran ini udah dari kecil, tapi kalau dulu bacaannya seberat gorilla sekarang seringan debu. Makanya aku otaknya agak-agak kurang berbobot hahaha.
  • Dancing, tapi sekarang udah pensiun hihi. Efek kelewat semangat jaman SMA dulu, aku udah ngalamin cidera lutut sama pinggang. So yeah, kalau dulu pas bangun langsung loncat, sekarang mah ngeluh dulu hahaha
  • Yoga sama Muay Thai. Yoga meringankan cidera-cidera gak karuan ini dan membuat rileks, sementara Muay Thai melepas stress hoho. Belum rutin sih kalau Muay Thai baru nyoba aja, targetnya akhir tahun ini udah ikut program bulanan.
  • Masak sayur bisa, tapi gak kreatif. Aku seneng bikin cake atau kue-kue kecil gitu walaupun belakangan udah gak pernah. Biar dibilang calon istri idaman, huwahaha
  1. If you have ability to master one skill in one night, what skill will you choose?
  • Kemampuan untuk nalar dengan lebih cepat, berhubungan dengan kecerdasan berarti.
  1. Protips from you for whomever read this?

I’m no good at writing, tapi tahu lah manusia kalau di mintain saran paling jago tapi ngelakuinnya yang susah. Anggep aja saran ini target yang harus kulakuin juga ya

  • Kalau kamu pemula yang bingung harus mulai dari mana, coba ceritain apa yang terjadi sama kamu hari ini. Kalau dengan reflek kamu nambahin bumbu dalam cerita, ini kalau engga karena kamu tukang gossip ya karena kamu punya bibit untuk bercerita hwuahaha. Gosip sama nulis fiksi tuh beda tipis lho, jangan tersinggung.
  • Ketika kamu sering kali menanyakan sesuatu yang bagi orang ‘ngapain lo pikirin sih gituan doang?’ ini saatnya kamu mengenali ilmu filosofi hahaha, kalau ternyata kamu merasa gak tertarik dengan filosofi coba kamu bayangin jawaban dari pertanyaan kamu. Kalau tahu-tahu ngalor-ngidul, bisa jadi ada bibit kisah fiksi di situ. Baik fantasi total atau setengah-setengah, coba di catet walau berantakan
  • Berhasil bikin lima paragraph nih, terusin. Jangan berhenti untuk baca ulang dari atas atau malah mengoreksi ceritamu. Kamu gak akan kelar kalau terus-terusan memperindah paragraph pertama, idenya keburu pergi. Dulu aku begini, sekarang? Bodo amat yang penting ketik aja dulu sampe mampet, baru baca dari awal buat mengingatkan kembali apa sih yang mau aku buat sebenernya. Kalau udah kelar baru edit.
  • Kalau kamu tipe yang ngelakuin sesuatu berdasarkan mood, coba cari tahu biasanya apa yang bisa bikin mood kamu kumpul. Apakah lagu? Atau segelas kopi atau teh? Atau nonton? Lakuin itu terus. Gak usah dipikirin kapan moodnya kumpul, nikmatin aja prosesnya. Ini terjadi sama aku di bulan Desember lalu. Dari akhir November aku target mau bikin ff natal, jadi aku dengerin lagu Michael Buble semua album sampe ke konser dan acara natal dia tiap tahun. Aku lupa kalau aku mau bikin ff, tapi tiba-tiba ide dan kalimat-kalimat itu meluncur gitu aja pas aku buka Ms.Word sambil dengerin lagu Michael dengan segelas kopi di sebelah.
  • Baca, baca, baca. Apapun itu, baca. Kalau kamu ngerasa itu gak bantu perbendaharaan kata kamu atau kemampuan kamu untuk bikin narasi, salah. Di otak ada gudang yang tugasnya menyimpan segala kosa kata yang pernah kamu ucapkan, dengar, atau lihat. Mungkin kamu gak sadar, tapi bisa jadi di dalam satu kalimat yang kamu tulis ada kosa kata yang gak pernah kamu gunain sebelumnya. Kalau memang hal ini gak kamu alami, setidaknya cara pandang kamu dan pikiran kamu lebih terbuka dari orang lain. Ini akan menguntungkan dari segi sudut pandang sebuah kisah.
  • Aku gak tau orang lain ngelakuin ini atau engga, tapi aku sering ngoobrol sama diri sendiri atau sama boneka hahaha, agak memalukan sih. Tapi kalau kamu bisa bikin dialog sama benda mati, kenapa kamu gak bisa bikin dialog antara dua manusia di atas kertas? You know what I mean?
  • Jangan antikritik, memang kadang tersinggung tapi coba lihat sisi terangnya. Kamu tahu menurut orang cerita yang kamu buat ini gimana, jangan hanya terpaku sama apa yang kamu lihat. Sama aja kayak beli baju, kamu pasti cenderung tanya pendapat orang kan? Karena orang lain lebih objektif dari pada kita yang suka dengan hal itu.
  • Bikin target untuk nulis satu paragraph perhari juga bisa. Kalau kamu lebih lancar bikin jurnal pribadi bisa jadi kamu bikin fiksi dari sudut pandang orang pertama yang menarik. Karena jurnal pribadi biasanya menarik karena emosi kita lebih terbawa kan?
  • Udah itu aja… aku juga gak ahli dalam hal tulis menulis, cuma ya itu, kalau di mintain saran mah bisa. Kalau disuruh ngerjain yang susah hahaha.

Selamat berjuang!

Eh ini aku gatau harus nge-tag siapa, temen seperjuanganku rata-rata udah vakum atau ganti alamat blog atau malah udah ngisi ini duluan ;_; , bodo ah yang kena double tag atau yang gak kenal amat sama aku, salam kenal ya. Beberapa aku tag supaya inget buat mampir ke blog mereka LOL.

Dira, Kak Fla, Kak Kuku, Zaky, Blroza, Reene, Mamotho Eon, Fikeey, Ami, Kak qL, Vania, Picadilly, Sunghee, Kak Azura

Uwa kebanyakan hahaha, biarlah, toh gak semuanya akan isi, beberapa vakum beberapa udah isi. Kenapa tiba-tiba aku berasa tua and miss everything 😥

Advertisements

14 thoughts on “Twenty Things About Lana Carter

  1. Boleh komen ga jeng lana? Haha
    Aduuhhh di otak tuh udah nyusun kata buat komen ini, tapi pas di kotak komen langsung bingung.

    Pernah ngerasain gitu ga sih?
    Like, you want to write something but you didn’t know how to start it. Then you stuck in first paragraph for hundreds years haha.

    Atau saat udah asik nulis tiba-tiba otak hilang ingatan. Tiba-tiba kena virus mematikan bernama webe. Macam saat merangkai indah di Tugas Akhir XD

    Nanti kalau udah inget daku komen deh. Yang ini abaikan aja. Ga ngerti juga ini komen macam apa haha XD

    Tapi serius, langsung ngakak waktu baca dirimu sangat tertarik dengan pacar tante mu. Heol

    Semangat buat TA mu ya jeng 😀

    1. Bener-bener ya anak ini klelawar jam segini masih aja buka-buka WP
      I feel you bruh, told ya i’ve been in writer block for 1,5 years even more.
      Yeah.. semangat TA *lesu*
      Bukan pacar tante atuh sayang, anaknya calon suami tante. Kalau pacar tante mah beda lagi bukan yang ini hwuahaha

      1. Kan saya anak gahoel, anak-anak malem. Bukan dirimu saja lan wkwk XD

        Ohh beda yak? Kirain sama haha. Maapkeun otak yang lagi tak waras ini. Hasil revisi ilang soalnya T.T

        Kan, curcol lagi sayaaa haha

  2. KAAAK ASTAGA AKU MAU NANGIS KAKAK NONGOL TERNYATA ToT
    seriusan pas disuru tag 10 orang itu rasanya pengen nangis krna angkatan kita *?* udah pada vakum ato ganti penname jadi susah ngelacak lagi.. udah pasrah aja kyknya gak nongol lgi ini mah, trnyata kk datang juga, ah aku serasa mau syukuran *?*

    Ih, ini kak tangan aku ayuh kita tos!!! Aku kira cuma aku yg menderita atas kelabilan otak ini kalau mau bkin cerita huhuhu. Kakak aku sampai angkat tangan mau nelaah gaya tulisan aku yg sbnrnya itu kayak gmna..xD dari postingan ini aku baru tau kalau asal mula ‘carter’ dari sana, sriusan aku masih ngira itu nama asli kakak ._.” SF3SI juga makasi banget kak udah bikin rumah itu, jujur aku blajar serius buat nulis dari sana :^)
    Protipsnya noted lah. Runut kalo mnurut aku krna ke masalah teknis gitu,wkwk. Jurnal pribadi jd trtarik bikin lagi, dulu soalnya cma curhatan anak labil gaje cinlok gitu skrg mau rada diseriusin kali aja berkah amin..xD

    semangat TA-nya kak! Makasi banyak kak lana udah join games ini..:D

    1. DHILA DHILA DHILA KAMU MAMPIR ASTAGA YA AMPUN MASYALLAH AKU BAHAGIA LHO INI
      hahah aiya kan, pedihnya ya begini… angkatan kita sudah berevolusi dan aku ini semacem ketinggalan jadi susah ngejar mereka dan ngelacak posisi mereka dimana *ini ngomong apa sih*
      hahaha, ah aku bahagia kamu tag aku, setidaknya aku masih merasakan setitik jiwa penulis wkwk, walaupun nyaris satu bulan aku baru liat.
      LOL, gak usah kamu temen-temenku di kelas juga kalau gak liat absen pas di tanya guru/dosen nama panjangku siapa semua jawabnya ‘Carter’. Aku jadi canggung sama nama asli sendiri saking nempelnya nama Carter ini.

      Aku pun rasanya mau berterima kasih sama diri sendiri karena dulu tercetus ide untuk bikin rumah itu meskipun sekarang udah reot dan penuh sarang laba-laba. Tanpa rumah itu aku juga gak akan menggeluti dunia tulis menulis yang bukan jurnal pribadi

      Wkwkwk bikin dhil bikin, aku nanti jadi reader setia. Lumayan seru tahu bikin jurnal pribadi gitu, bisa ngetawain diri sendiri hahaha. Aku juga labil isi jurnalnya, cinta-cintaan gaje

      Amin!
      MAKASIH JUGA DHILA UDAH NGAJAKIN AKU MAIN
      CINTA DHILA :* :*
      lopu lopu kissu kissu

  3. Ehehehehe halo kak hehehehehe
    Entah kenapa baca ini jadi termotivasi sama protips nya kakak wahahahahhaha XD Soalnya ini lagi mondar-mandir di internet tanpa tujuan yang jelas ehh baru sadar ada tag ._.
    Oh jadi begitu asal mula penname nya ahahah milikku lebih alay lagi kalau nginget sejarahnya *merinding*
    I know that feel kak. I reaaaaaaaaally know. Sekarang aja juga lagi nge-blank gatau mau nulis apa, ini udah beres ujian cuma bisa bikin fiksi-fiksi pendek yang beresnya baru bisa berminggu-minggu soalnya cuma ketulis tokohnya doang, bahkan nulis komen ini aja berhenti-berhenti mikir dulu mau komen apa *ctak!!
    And yeeeeeesss~! Entah kenapa sedih dan kangen nginget author-author yang terdahulu suka eksis dan sekarang sudah entah kemana tak berjejak, u,u
    Well semangat TA nya kak~~ Good luck~

    1. RENEEEEE AKU KANGEN KAMU LUAR BIASAAAAA
      Hahaha isi dong aku mau tau sejarah penname kamu
      Iya kaaann, sedih banget rasanya, giliran ada ide gak ada waktu pas ada waktu malah mandek, kezeeell
      enggak itu lebay banget komen aja pake loading otaknya hahah
      Iyaaaa huhuhu aku juga kangen 😦

      MAKASIH REENEEEE :*

  4. Makasih banyak kak Lana ehehe duh apa ya salam kenal dulu ya seharusnya :)) terus apa ini sebenernya pengin komen panjang tapi nggak tahu ngomong apa :” tapi itu protipsnya yang ngomong sama kaca *tos kak* teruuus makasih lagi aja awalnya kuatir dikacangi sebenernya huhu tapi lega 😀

    1. Halo Bella
      Eh tapi ini aku kepikiran dari kemarin, aku emang kenal kamu tapi kamu ganti username atau emang kita belum pernah kenal? LOL
      aku… sering gitu soalnya, kalau ada yang ganti username aja udah deh.. berasa baru kenal hahhaa
      Hahaha itu sebenernya agak memalukan sih ngomong sendiri, tapi ternyata ada bagusnya pas aku baca artikel di internet

      Gak laaahh masa iya kukacangin, makasih banyak lho malahan
      :*

      1. Sebenernya… iya kak aku ganti username wkwkwk kita pernah ketemu di teh sore tapi waktu itu gara-gara keasikan baca tingkahnya geng semak jadi lupa kenalannya XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s